Friday, June 30, 2017

Anak Zaman Sekarang:Part 1

           Anak Zaman Sekarang:Part 1


Hallo sahabat Aly dan Blogger Bengkulu juga tentunya......
Akhir-akhir ini banyak banget kejadian di sekeliling Aly, mulai dari badai setiap menjelang sore, 3 tabrakan beruntun di daerah rumah gue, sampe akhirnya gue sadar kalo sekarang lagi musim nikahan. *eits. Tapi dibalik semua peristiwa itu, gue mulai berfikir bahwa ada hal terbaik yang mesti gue share di sini. Tentang kisah hidup seseorang.

Dia adalah laki-laki tampan, berhindung mancung, berkulit putih, dan manja sekali. Setiap hari dia sangat sulit bangun pagi dan channel  tv upin-upin harus di hidupkan terlebih dahulu untuk menarik dia tersadar dari tidurnya. Sebelum berangkat sekolah dia harus dibuatkan sarapan terlebih dahulu dan gonta-ganti tempat makan setiap hari. Pergi sekolah pun selalu terlambat walaupun sekarang ia sudah naik tingkat menjadi ketua kelas.

Trus, kenapa gue tertarik menceritakan cowok ini ya?
Apakah dia cinta pertama gue?

Jawabannya salah. Karena dia adek gue, makanya gue tertarik untuk menceritakan kisah hidupnya di taman kanak-kanak ini. Dia adalah anak yang manja. Ini tahun kedua dia bersekolah di sana. Sekarang umurnya 4 tahun dan sudah naik ke tingkat TK (bukan PAUD lagi). Dia sekolah mood-mood-an, kadang rajin kadang enggak. Waktu paud kemarin dia hobi ngaji dan udah naik iqra 2 (kalo nggak salah). Tapi sekarang ada kemajuan guys, dia udah hapal angka 1-10, menulis angka 1-9 s, rajin mewarnai spiderman dan nonton film kartun di vcd.

Trus apa serunya cerita gue?
Ini letak serunya. Adek gue adalah anak cowok yang luar biasa. Luar biasa cerewet, luar biasa aktifnya, dan luar biasa memikat perempuan, hahaha. Tapi ada satu lagi sifat andalannya, yaitu manja (baca: nggak mau ngalah). Kemaren tepatnya waktu gue pulang kampus, gue perhatiin kok tumben-tumbennya kedua ortu gue makan bareng di ruang tv (biasanya di ruang makan) tapi adek  gue nggak keliatan. Setelah gue pancing-pancing dengan aroma empek-empek panggang yang gue bawa akhirnya dia keluar dari persembunyiannya dan ngintilin gue ke mana-mana.

Gue udah bilang bungkus plastiknya jangan dipegang-pegang dulu tapi dia bersih-keras buat masukin tuh makanan ke piring dan hasilnya tuh makanan jatuh semua ke lantai (hadeh). Sontak gue marah besar dong, untung masih ada yang bisa diselamatkan. Disaat gue lagi ngomel-ngomel ama adek gue tiba-tiba mama angkat bicara dengan wajah yang serius “Teh, jangan marahin adek dulu, dia lagi ada masalah”. Sontak, gue langsung diem. “Tuh anak masih kecil dah buat masalah aja”. Ya, gue prihatin dong, namanya juga kakak yang baik, wuehehe.

Akhirnya mama gue bercerita dengan semangat mengenai kronologis kasus adek gue. Kejadian  itu  berawal dihari sabtu dan adek gue ada pelajaran menulis dikelasnya. Gurunya  menginstruksikan para murid untuk mengambil pensil di kotak pensil kelas. Adek gue melangkah dengan gagahnya menuju kotak pensil dan dia mendapatkan pensil yang panjang. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan mungil yang memelas di kaki adek gue untuk tukaran pensil panjang karena dia dapat pensil yang pendek. Otomatis adek gue gamau dong, trus tuh anak tetap maksa-maksa. Ya  namanya juga adek-adek cowok akhirnya dia mengalah dan memberikan pensil itu hingga akhirnya paha si perempuan itu menjadi biru.

Di hari senin yang indah saat mama gue baru kelar markirin motor datanglah seorang nenek-nenek yang langsung nyubitin paha adek gue saat masih berada didekat mama gue, ya refleks karena kasih sayang seorang ibu maka mama cepat menepis tangan nenek-nenek itu. Lalu nenek-nenek itu mulailah mengomel panjang lebar dihadapan mama gue dan bilang kalo adek gue nakal dan bikin paha cucunya membiru. Well, inilah masalah adek gue.

Lalu pertanyaan gue, apakah pantas orang yang lebih tua membalas perbuatan nakal seorang  anak kecil kepada cucunya di depan umum dan di depan orang tuanya? Apakah tidak menimbulkan beban mental kepada sang anak?

Melihat kejadian itu, seorang polwan pun  mendekat dan mengatakan bahwa nenek-nenek itu bisa dipidana akibat menyakiti anak kecil di depan umum. Akhirnya adek gue masuk kantor dan diadili. Sebelum masuk kantor adek gue masuk ke kelas dulu dan tuh nenek-nenek terus ngikutin adek gue sambil ngomel-ngomel di depan guru dan temen-temen kelas adek gue. Setiba di kantor adek gue ditanyaian laksana narapidana berat, disudutkan, ditunjuk-tunjuk, dan ditekankan kalau dia nakal.

Iya adek gue emang nakal. Karena itu memang dalam tahap tumbuh kembangnya. Tapi masalah belum selesai di situ saja, untung mama gue sabar dan mengalah karena memandang nenek tersebut yang lebih tua dan takut durhaka. Akhirnya masalah pun terbongkar kalo adek gue dan cucu tuh nenek sama-sama nakal. Jadi, keduanya sama-sama salah kan? Adek gue pun menyodorkan tangannya untuk meminta maaf tetapi tuh nenek bilang kalo adek gue keras kepala. Gue berharap semua omongan nenek itu ga terekam di otak adek gue dan menjadi beban dihidup adek gue.

Jadi gini guys, melihat peristiwa adek gue, kita mesti berlapang dada dan mawas diri kalo anak kita dibilang nakal karena setiap anak seusia adek gue pasti pernah nakal. Mereka sedang meng-eksplore diri untuk memenuhi dan melewati tahap tumbuh kembang mereka. Sebagai orang tua kita harus bisa menasehati anak kita kalo memang salah dan jangan langsung meyalahkan orang lain jika belum tau titik permasalahannya.
Happy Kids

Iya, ini masalah anak-anak. Jika mereka bertengkar dan berebutan sesuatu sejam, dua jam kemudian mereka akan berteman kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi jika kita sebagai orang tua yang tidak berlapang dada ketika anak kita disekolahkan berinteraksi dengan anak seusinya, menangis, tertawa, lecet karena terjatuh atau perbuatan bersama, maka hal itu akan memicu permusuhan antar orang tua. Nah guys, untuk informasi lagi nih, untung adek gue nggak trauma ama kejadian kemaren dan dia tetap semangat sekolah. Lalu adek gue cerita kalo ga ada lagi orang yang mau main ama cucu tuh nenek. Mereka menolak dengan mengatakan “Gamau ah, nanti nenekmu marah.”. Nah, menurut BoBe dan pembaca yang bijak, siapa yang rugi?

NB :  Re-post dari kodokcutek.blogspot.com

1 comment:

Pengalaman Unik, Mandi Parfum dengan Produk Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Pengalaman Unik, Mandi Parfum dengan Produk Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash Holla guys, sekarang aku sedang asik-asik...