Wednesday, July 31, 2019

Hari Raya yang Dinantikan


Hari Raya yang Dinantikan

Sapi Kurban

 Idul Adha tahun ini jatuh pada tangal 10 Zulhijjah atau bertepatan dengan tanggal  11 Agustus mendatang. Semua umat islam sangat bersukacita menyambut hari raya ini karena akan mendapatkan pembagian daging gratis yaitu daging kurban hehe. Eits, kebanyakan orang juga tidak hanya menantikan makan daging gratis saja tapi juga mengejar ibadah puasa Sunnah arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Nah,  bagi yang mengidap penyakit darah tinggi dan kolesterol tinggi harap berhati-hati ya untuk tidak tergoda memakan semua daging yang ada karena sangat berbahaya hehe.

Saat Idul Adha euforianya tidak terlalu gemerlap seperti menyambut hari raya Idul Fitri karena orang-oang tidak akan memikirkan harus menggunakan baju baru, mukenah baru, dan memasak kue untuk menyambut tamu yang datang ke rumah. Saat paginya pun kita harus berpuasa dulu dan baru bisa menyantap makanan di rumah ketika selesai solat Idul Adha. Hari raya ini sungguh khidmat yang bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi, saling berbagi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Contoh prasmanan beserta buah-buahannya
Hal yang sangat saya nantikan saat Idul Adha ini ialah makan bersama di masjid Nurul Hidayah, Pintu Batu, Bengkulu. Setelah pemotongan dan pembagian daging kurban selesai sekitar pukul 13.00 WIB kami pun beramai-ramai berkumpul bersama di halaman masjid untuk menyantap hidangan daging kurban yang telah dimasak oleh ibu-ibu panitia yang telah dihidangkan dalam bentuk prasmanan. Supaya tertib, kita harus berbaris rapi dan ada ibu-ibu yang menyendokkan lauk pauk di piring yang kita pegang. Tidak hanya ada satu prasmanan, tapi ada 3 yang jalur antriannya dibedakan untuk laki-laki dan perempuan. Menu makanannya tidak hanya daging kurban kok, juga disediakan buah, kerupuk, minuman, lalapan, gado-gado, dan makanan pelengkap lainnya.

Kamu juga jangan khawatir bahwa acara makan-makan ini akan mengotori masjid karena sudah didirikan tenda besar beserta kursi plastik untuk memberikan kenyaman ketika kita sedang menyantap menu daging kurban ini. Setelah acara makan-makan pun kami juga bergotong royong memungut sampah dan membersihkan masjid. Pastinya sudah dibentuk panitia kebersihan juga ya.


Pindang daging khas Idul Adha
Setelah pulang ke rumah pun biasanya saya meminta kepada mama untuk dibuatkan lagi menu pindang, sate, dendeng, dan bakso. Untuk penetralisir lemaknya kami juga turut mengonsumsi lemon dan air hangat kuku setiap menyantapnya. Duh sudah tidak sabar lagi nih menyambut hari raya Idul Adha hehe!

Wujudkan Mimpi Menjadi Tenaga Kesehatan Profesional di Fikes Unived Bengkulu

Holla teman-teman.... 😀 Apa kabar semuanya?? Kali ini saya akan membahas hal yang sangat menarik untuk diperbincang...