Sunday, August 4, 2019

Tiga Cara Sederhana untuk Mencegah Banjir

Tiga Cara Sederhana untuk Mencegah Banjir

Banjir Bengkulu Renggut 10 Nyawa
Banjir bandang di Kota Bengkulu. (Source : ANTARA)

Pada akhir April 2019 provinsi Bengkulu tertimpa bencana banjir yang cukup banyak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Banyak simpatisan dan sukarelawan datang ke Bengkulu untuk menyumbangan harta dan tenaga kepada para korban banjir ini. Banjir ini disebabkan karena hujan deras yang mengguyur Bengkulu selama dua hari dari tanggal 24-26 April. Banjir ini menyebabkan kerusakan berbagai infrasruktur disertai dengan tanah longsor sehingga memutus jalur transportasi.

Nah teman, cukuplah sudah kiranya kita mengulik masa lalu. Sekarang saya ingin menanyakan kira-kira hal apa saja yang bisa kita lakukan agar bencana banjir bandang ini tidak terulang lagi di Bengkulu?

Berikut sudah saya rangkum tiga poin sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengatasi banjir Bengkulu. Yuk disimak :)

1. Tidak membuang sampah sembarangan
Perilaku membuang sampah sembarangan (Source :google)
Sampah cukup menjadi penyebab primadona saati banjir terjadi. Sampah, terutama sampah plastik yang dibuang sembarangan akan sangat berbahaya jika hujan deras tiba karena dapat mengurangi daerah resapan air. Sampah plastik bersifat tidak menyerap air dan susah terurai sehingga dapat menyumbat saluran air. Ketika saluran air tersumbat saat hujan deras maka dapat memicu terjadinya banjir. Oleh karena itu betapa pentingnya kesadaran untuk membuang sampah sendiri dan memungut sampah yang kita temukan di jalanan. Memungut sampah sukarela bukanlah pekerjaan yang hina, malah bisa menyelamatkan banyak nyawa.

2. Mengeruk parit atau tempat pembuangan air yang mulai dangkal
Parit yang dangkal juga bisa memicu terjadinya banjir karena mengurangi volum tempat aliran air. semaki dangkal parit maka air yang mengalir akan semakin lambat. oleh karena itu perlu dilakukan pengerukan siring atau parit secara berkala untuk menghindari endapan yang dapat mempengaruhi volum aliran air di parit atau siring.

3. Memperbanyak daerah resapan air

Image result for biopori
Biopori dan penjelasannya
Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa daerah resapan air seperti hutan, sawah, lapangan berumput, kebun dll sudah mulai berkurang karena sudah dialih fungsikan  menjadi lahan perumahan. Hal ini menyebabkan tanah terbuka menjadi berkurang sehingga saat hujan tiba air hujan lambat terserap kembali ke tanah. Hal yang bisa kita lakukan yaitu tidak menyemen semua halaman rumah, sisakan sedikit lahan terbuka agar tanah bisa bernafas. Hal lain yang bisa dilakukan yaitu membuat biopori di pekarangan. Biopori adalah lubang-lubang dalam yang kurang lebih berdiameter 10 cm yang berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan air.

Nah, cara di atas cukuop sederhana bukan? Jadi ayo, mulai sekarang kita harus selalu menjaga alam dengan cara merawatnya dengan baik agar alam turut menjaga kita :)

No comments:

Post a Comment

Wujudkan Mimpi Menjadi Tenaga Kesehatan Profesional di Fikes Unived Bengkulu

Holla teman-teman.... 😀 Apa kabar semuanya?? Kali ini saya akan membahas hal yang sangat menarik untuk diperbincang...